SEJARAH DESA
Sejarah Desa Dringu
🏞️ Sejarah Desa Dringu, Kabupaten Probolinggo
1. Asal Usul Nama “”
Nama Dringu diyakini berasal dari nama sebuah tumbuhan liar yang banyak tumbuh di kawasan pesisir selatan Probolinggo pada masa lampau, yakni tumbuhan “Dringu” (dalam bahasa lokal disebut juga dringgu atau dringguan).
Tumbuhan ini beraroma khas dan dulu sering digunakan masyarakat sebagai obat tradisional dan penangkal serangga. Karena keberadaannya yang melimpah, daerah ini pun disebut “Padukuhan Dringu”, yang kemudian berkembang menjadi nama resmi Desa Dringu.
2. Perkembangan Wilayah di Masa Kerajaan
Pada masa Kerajaan Majapahit (abad ke-14), wilayah pesisir utara Jawa Timur termasuk Dringu merupakan wilayah pelabuhan dan pertanian pesisir. Kawasan ini menjadi jalur perdagangan antara Majapahit dengan wilayah timur (Bali, Lombok, hingga Sulawesi).
Bukti historis berupa peninggalan arkeologi dan toponimi kuno menunjukkan bahwa daerah sekitar Probolinggo, termasuk Dringu, telah lama dihuni oleh masyarakat agraris dengan sistem irigasi tradisional.
3. Zaman Kolonial Belanda
Pada masa penjajahan Belanda, Dringu termasuk dalam wilayah Afdeeling Probolinggo. Daerah ini dikenal sebagai sentra perkebunan tebu dan padi.
Belanda membangun infrastruktur irigasi dan jalan penghubung menuju pelabuhan Probolinggo untuk mendukung industri gula.
Jejak masa kolonial masih tampak pada tata ruang desa dan saluran irigasi tua yang masih digunakan hingga sekarang.
4. Masa Kemerdekaan dan Pembentukan Pemerintahan Desa
Setelah kemerdekaan RI tahun 1945, Dringu ditetapkan secara administratif sebagai desa dalam wilayah Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Pemerintah desa pertama kali dipimpin oleh seorang Kepala Desa hasil musyawarah rakyat sekitar tahun 1950-an.
Wilayah Dringu kemudian menjadi pusat kecamatan, sehingga banyak kantor pemerintahan dan fasilitas umum dibangun di wilayah ini.
5. Kondisi Sosial dan Ekonomi
Dringu berkembang sebagai wilayah pesisir yang padat penduduk, dengan mata pencaharian utama:
Pertanian (padi, jagung, cabai)
Perikanan dan tambak
Perdagangan dan jasa kecil menengah
Kedekatannya dengan jalur utama Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi membuat Dringu tumbuh menjadi kawasan strategis ekonomi dan permukiman.
6. Wilayah dan Administrasi
Secara administratif, Desa Dringu termasuk dalam:
Kecamatan : Dringu
Kabupaten : Probolinggo
Provinsi : Jawa Timur
Desa ini terdiri dari beberapa dusun besar, di antaranya:
Dusun Krajan
Dusun Gandean
Dusun Bandaran
Dusun Tambak
Dusun Pesisir
Dusun Ngemplak
7. Nilai Budaya dan Tradisi Lokal
Masyarakat Dringu masih memegang tradisi khas pesisir Jawa Timur, seperti:
Petik Laut: sebagai bentuk syukur memperingati hari kemerdekaan 17 agustus
Gotong royong dalam kegiatan pertanian dan sosial
Kearifan lokal ini menjadi perekat sosial masyarakat hingga kini.
Kesenian Tari Tari khas probolinggo
8. Perkembangan Modern
Kini, Desa Dringu menjadi pusat pemerintahan Kecamatan Dringu dan mengalami pertumbuhan signifikan di sektor:
Infrastruktur (jalan, drainase, perumahan)
Pendidikan (SD, SMP, dan SMA)
Ekonomi kreatif dan UMKM
Dringu juga dikenal sebagai desa strategis penyangga kota Probolinggo, dengan potensi besar dalam pengembangan wisata kuliner dan pesisir.
sektor pertanian dengan Bawang merah yang melimpah.
📜 Kesimpulan
PERANGKAT DESA
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________
___________